Advertisement (468 x 60px )

Kilas Pemalang:

10 Maret, 2010

Pelajar Pemalang Raih Medali Emas Olimpiade Sains Nasional


Dua pelajar SMAN 1 Pemalang berhasil meraih medali emas pada Indonesia Sains Project Olimpiad (ISPO) awal Maret ini. Keduanya akan mewakili Indonesia pada olimpiade sains tingkat internasional di Georgia, Mei mendatang. Apa prestasinya?


Laporan: Ali Basarah

Prestasi pelajar SMAN 1 Pemalang ini tertoreh setelah kedua siswa tersebut melakukan penelitian terhadap limbah buah nanas yang terdiri dari ampas nanas dan kulitnya.

Didampingi guru dan kepala sekolahnya, kedua pelajar tersebut--Madina Paramitha Efendi dan Bakti Satria Adhiyatama--mengemukakan, ide untuk meneliti buah nanas muncul setelah melihat potensi Kabupaten Pemalang. Menurut Bakti, Kabupaten Pemalang memiliki 450 hektar perkebunan nanas, di mana setiap hektar menghasilkan sekitar 12 ton nanas dalam setahun.

Buah nanas tidak semuanya dijual dalam bentuk buah segar. Ada juga yang diolah sehingga menimbulkan limbah berupa ampas dan kulit nanas. Sampah ini sedemikian banyaknya, dan sayang rasanya kalau dibuang sia-sia.

"Kami melakukan penelitian sejak Nopember 2009 hingga Februari kemarin," kata dia, Senin (8/3).

Dari penelitian terhadap ampas nanas dan kulitnya dengan model fermentasi diperoleh hasil bahwa bahan tersebut mengandung etanol. Etanol bisa dijadikan bahan baku industri, baik untuk alkohol maupun lainnya seperti bahan baku motor. Dari penelitian tersebut, fermentasi yang paling maksimal adalah 72 jam dengan menggunakan ragi.

Untuk satu kilogram limbah nanas, 40 persen di antaranya bisa menghasilkan etanol sekitar 500 miligram. Penelitian dari dua pelajar ini merupakan temuan baru yang bisa dimanfaatkan untuk mengatasi krisis energi terutama alkohol yang dimanfaatkan sebagai antiseptik.

Keduanya memaparkan hasil penelitiannya di laboratorium sekolah dalam ISPO bersama peserta dari sekolah lain di seluruh nusantara. Meski baru pertama kali mengikuti even ini namun berhasil meraih medali emas. Sebelumnya sekolah tersebut di setiap even ISPO hanya sebagai undangan saja.

Kepala SMAN 1 Pemalang, Dra. Rishi Mardiningsih, MPd., berharap kedua anak didiknya itu bisa membawa nama baik Indonesia pada olimpiade internasional di Georgia nanti.

"Kita berharap mereka bisa membawa nama bangsa Indonesia dan menjadi pembuka hubungan kerjasama sekolah dengan negara lain," kata dia didampingi guru-guru pembimbing penelitian yang dilakukan Madina dan Satria tersebut.

Kedua pelajar ini, lanjut Rishi, merupakan siswa yang memiliki beberapa prestasi sebelum meraih medali emas tersebut. Seperti Bakti yang pernah menjadi juara dalam olimpiade bahasa Inggris dan komputer. Sedangkan Madina adalah juara ketiga Duta Wisata Kabupaten Pemalang tahun 2009. (*)

Sumber: http://www.radartegal.com
Foto Ilustrasi: http://kir-fosca


09 Maret, 2010

PNS Diminta Sukeskan Pilkada


PEMALANG – Sebagai salah satu faktor kekuatan negara, peran dan fungsi PNS sangat strategis dalam pemilihan umum kepala daerah (Pilkada). Hal ini mengingat jumlah PNS yang cukup besar, sehingga sangat berpengaruh terhadap penghitungan suara akhir.


Sebagai warga negara yang baik harus mensukseskan pesta demokrasi tersebut, sebagaimana diamanatkan dalam UU nomor 22 tahun 2007 tentang penyelenggaraan pemilu. Tetapi disisi lain sebagai PNS harus bisa netral dan bebas dari pengaruh semua golongan serta parpol sebagaimana tertuang dalam pasal 3 ayat 2 UU nomor 43 tahun 1999 tentang pokok-pokok kepegawaian, sehingga pilkada yang dihasilkan akuntabel, jujur adil dan transparan.

Demikian yang disampaikan Bupati Pemalang HM Machroes SH dalam kata sambutannya yang dibacakan oleh Sekretaris Daerah H Sumadi Sugondo SE MM MSi dalam acara Diklat Prajabatan di SLB, kemarin.

“Dalam Pelaksanaan pilkada di Kabupaten Pemalang yang akan dilaksanakan pada tanggal 31 Oktober 2010 mendatang, saya berharap saudara dapat mensukseskannya. Dengan berpartisipasi aktif sebagai corong pemerintah agar tidak ada anggota masyarakat yang golput dan dapat memberikan suaranya secara bijaksana untuk memilih calon bupati yang tepat untuk memimpin Kabupaten Pemalang lima tahun kedepan,” kata Machroes.

Lebih lanjut bupati mengatakan keberhasilan PNS dalam mensukseskan pilkada akan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap netralitas PNS. Dalam jangka panjang kepercayaan masyarakat akan meningkat pula kepercayaan terhadap pemerintah dan negara.

Bupati juga menjelaskan pesta demokrasi tingkat Kabupaten Pemalang tahun 2010 sebentar lagi akan dilaksanakan oleh KPUD berupa pilkada untuk memilih bupati dan wakil bupati periode 2011-2016. kegiatan pilkada terdapat beberapa tahapan, antara lain tahap sosialisasi, tahap pengusulan balon bupati dan wakil bupati, tahap pendaftaran ke KPU oleh parpol pengusung, tahap kampanye, tahap minggu tenang dan tahap pemungutan suara.

Kampanye dari masing-masing balon bupati dan wakil bupati sesuai dengan rencana jadwal dari KPUD Pemalang dilaksanakan dari tanggal 14 sampai dengan 27 Oktober 2010, sedangkan pemungutan suara secara serentak dilaksanakan pada hari Minggu tanggal 28 Okober 2010. (mg1)

Sumber: http://www.radartegal.com
Foto Ilustrasi:


02 Maret, 2010

Mengenal Toro Margen, Bakal Calon Bupati Pemalang


AKTOR yang kebanyakan mendapat peran antagonis (jahat), Toro Margen mengakui dirinya hanyalah 'anak wayang' yang siap main sesuai dengan lakon yang diinginkan dalang.


"Saya ini anak wayang," kata pembawa acara "Gentayangan" di TPI itu saat ditemui di sela pergelaran Kirab Ageng Sura 2004 di Museum Keprajuritan Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta, baru-baru ini.

Aktor yang mempunyai tiga putra bernama Rangga, Torma, dan Tampan, dari perkawinan dengan Yustinawati itu menyatakan, aktor yang baik harus siap memainkan peran apa saja yang diinginkan sutradara.

"Kebetulan saja selama ini saya selalu kebagian peran-peran antagonis. Namun itu bukan berarti saya tidak bisa atau menolak peran lain kalau diinginkan," kata dia.

Sudah 30 tahun menggeluti dunia peran, Toro Margen mengaku mulai aktif berakting sejak kecil. Pada 1969, dia mendirikan Teater Remaja Jakarta, setahun sebelum dia membentuk Sanggar Prakarya.

"Sejak kecil saya suka berakting. Dunia akting profesional saya mulai ketika mendirikan Teater Remaja Jakarta di Direktorat Kesenian dan Kebudayaan (Pemda DKI Jakarta). Waktu itu sekitar tahun 1969," kata dia.

Ketika ditanya, apakah peran-peran antagonis berpengaruh pada karakter dia yang sesungguhnya, pria kelahiran Pemalang 5 Juli 1950 itu menjawab tegas, "Ya. Saya menjadi gampang marah di rumah. Sedikit saja ada masalah, saya bisa memukul anak saya," aku dia. (ant-64i)

Sumber: http://www.suaramerdeka.com
Foto Ilustrasi: http://www.suaramerdeka.com


01 Maret, 2010

Toro Margen Ramaikan Pilkada


PEMALANG – Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Pemalang bakal berlangsung seru dengan banyaknya nama balon bupati dan wakil bupati yang terus bermunculan. Kali ini giliran seorang artis sinetron ibu kota yang cukup terkenal, Toro Margen, ikut maju dalam Pilkada mendatang.


Kehadiran artis ibu kota dalam pencalonannya di Pilkada ini dikabarkan akan melalui jalur independen atau perseorangan dengan memgambil posisi sebagai balon wakil bupati (G2) berpasangan dengan balon bupati Imam Santoso, mantan Kepala Desa Temu Ireng Petarukan.

Kabar munculnya artis kawakan asli orang Pemalang kelahiran Kelurahan Paduraksa ini, sudah mulai tersebar. Bahkan pasangan balon bupati dan wakil bupati tersebut sudah banyak melakukan kegiatan persiapan untuk mengahadapi bursa Pilkada nanti. Seperti halnya kegiatan yang mereka lakukan mempersiapkan segala persyaratan yang akan digunakan dalam pendaftaran nanti di KPU.

Sebagai bukti mereka siap akan maju, Kamis (25/2) kemarin kedua balon bupati dan wakil bupati yakni Imam Santoso dan Toro Margen melakukan foto bersama dan foto diri di salah satu Studio Foto ternama di Pemalang. Saat mereka melakukannya di kawal sejumlah asisitennya pribadinya dari Jakarta.

Namun demikian, belum ada kejelasan dari pihak yang bersangkutan. Meskipun pasangan balon tersebut sudah banyak melakukan persiapan-persiapan. Sementara Toro Margen sendiri ketika dikonfirmasi usai menjalani foto bersama pasangannya belum bisa memberikan keterangan lebih lanjut. Bahkan pihaknya masih terkesan menutup diri, sebab ketika ditanya soal keseriusannya maju dalam Pilkada, pihaknya hanya menjawab nanti saja.

Dangan terburu-buru dia langsung masuk mobil dan pergi, karena mau ke makam keluarganya. “Nanti saja mas, karena saya ada acara ke makam,” kata Toro Margen kepada Radar.

Sementara munculnya Toro Margen dalam pencalonan di Pilkada oleh masyarakat Pemalang belum begitu banyak membuat warna Pilkada, seperti daerah lain yang telah duluan mengusung pasangan artis ibu kota. Sebab kehadiran Toro Marger sendiri terkesan dipaksakan, karena hanya pada saat menjelang Pilkada. Dia secara intensif dan sering berkunjung ke Pemalang. Sehingga belum banyak warga untuk berbicara soal calon tersebut. Tetapi lebih memasyarakat nama sejumlah balon yang lain karena lebih duluan muncul. (mg1)

Sumber: http://www.radartegal.com
Foto Ilustrasi: http://www.suaramerdeka.com


28 Februari, 2010

Menikmati Indahnya Pantai Cinta Kramatsari


Bagi sebagian besar masyarakat Pemalang Timur, Obyek Wisata (OW) Pantai Cinta Kramatsari Blendung Kecamatan Ulujami adalah satu-satunya tempat rekreasi yang mengasyikkan. Seindah apakah?


Laporan: Sumitro

Selain murah, pengunjung OW Pantai Cinta Kramatsari juga dapat menikmati setiap detik keindahan yang tercipta di pantai. Dari gulungan ombak-ombak kecil yang menari-nari, hamparan tambak nan luas, hijaunya pepohonan bakau, hingga semilir angin yang siap menjalari setiap tubuh pengunjungnya. Menjadikannya semakin betah menikmati suasana rekreasi penuh keindahan.

Bagi mereka yang kelupaan atau memang tidak mau direpotkan persiapan rekreasi, deretan warung-warung yang ada di sepanjang pantai bisa menjadi solusinya. Tidak perlu takut “dipukul” harga karena aneka macam makanan kecil dan minuman yang dijajakan sama harganya dengan yang ada di luar.

“Harganya tidak mahal, semuanya sama dengan harga yang ada di luar,” terang salah satu penjaja warung Suliyah (43) kepada Radar.

Tidak heran bila Pantai Cinta Kramatsari Blendung, Ulujami ini ramai dikunjungi masyarakat. Bukan hanya dari Pemalang, akan tetapi juga mereka yang berasal dari luar Pemalang, seperti Pekalongan dan Batang. Dikatakan Suliyah, mereka menyempatkan diri berkunjung ke pantai sehabis bersilaturahmi ke tempat saudaranya yang ada di Kecamatan Comal, Ulujami, Ampelgading, atau Bodeh.

“Kalau ramai hari Sabtu-Minggu, kalau hari-hari biasa jumlah pengunjungnya paling puluhan saja,” ungkap dia.

Kepercayaan sebagian masyarakat lanjutnya, dengan datang ke Pantai Cinta Kramatsari adalah agar dimudahkan rizqi, jodoh, dan keberkahan dalam hidupnya. Bagi yang sudah berkeluarga akan diberikan ketentraman keluarga, bagi yang masih muda akan didekatkan jodohnya dan keberkahan lainnya.

Lebih lanjut Suliyah mengatakan, mitos tersebut hingga kini masih dipercayai oleh masyarakat. Tidak heran bila datang ke pantai, kerap terlihat pengunjungnya menyibak-nyibakkan air laut. Adapula yang mandi (berenang) sebagai syarat untuk membuang sial.

“Syaratnya memang begitu, yang penting bisa menyatu dengan air laut. Kalau takut, memegang atau mainan air dengan tangan sudah cukup,” tandasnya. Salah satu pengunjung Feri (19) ketika ditemui Radar menuturkan, Pantai Cinta Kramatsari selain mengasyikkan, juga memberikan keindahan yang tak mampu dilukiskan dengan kata-kata. Maklum saja ia pada saat itu tengah mojok berempat dengan pasangannya masing-masing. Yakni di bawah pohon mangrove nan hijau sambil memandang ikan-ikan di tambak yang sesekali muncul kepermukaan.

“Senang aja mas, bisa mojok sendiri-sendiri,” ujarnya malu-malu kepada Radar. Keindahan Pantai Cinta Kramatsari selama ini memang dikenal masyarakat luas. Tidak heran banyak pengunjung yang betah berlama-lama. Baik mereka yang tengah memadu kasih maupun pengunjung keluarga dan pelajar pada umumnya.

Hembusan angin sepoi-sepoi membuat beberapa pasangan muda-mudi di bawah pohon-pohon peneduh, terlihat begitu mesra membelai rambut kekasihnya. Adapula yang sedang bermanja-manja di bahu sang cowok sambil memainkan jari-jemarinya. Mereka asyik menikmati setiap detik "keindahan" yang kesemuanya tertumpah di Pantai Cinta Kramatsari. (*)

Sumber: http://www.radartegal.com
Foto Ilustrasi: http://www.pemalangkab.go.id


19 Februari, 2010

Komisi D Temukan Kesalahan Administrasi BOS


PEMALANG - Hasil kunjungan kerja Komisi D DPRD Pemalang Senin (15/2) lalu menemukan adanya kesalahan administrasi dalam pembukuan BOS. Kesalahan ini patut disayangkan, apalagi terjadi di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri.

Namun demikian komisi tidak dapat melakukan tindakan apa-apa, karena hanya sebatas memantau dan sanksi menjadi kewenangan inspektorat.li)

Anggota Komisi D Ikmaludin Azis SPd saat dikonfirmasi mengenai hasil kunkernya menjelaskan adanya temuan kesalahan ini. "Pada lajur laporan yang mestinya hasil akhirnya sama tidak dilakukan, atau hasil akhir sama namun jumlahnya lebih besar dari dana BOS, sedangkan bendahara tidak mampu menjelaskan selisihnya berasal dari mana," kata dia Selasa (16/2) kemarin di ruang Fraksi PKS.

Komisinya melakukan kunjungan ke beberapa sekolah negeri dan swasta untuk pembanding. Ironisnya kesalahan administrasi justru terjadi di SMP Negeri yang dikelola oleh tenaga tata usaha. "Pengelolaan BOS ini memang sudah lama tidak kami pantau dan ketika dipantau malah ada kesalahan semacam ini, meskipun teknis mestinya tidak perlu terjadi," tambahnya.

Pada sekolah negeri, kata dia PNS yang mengelola laporan tersebut bisa dikenai sanksi sesuai dengan peraturan pemerintah. Namun demikian komisi tidak melakukan tindakan apapun terhadap kesalahan ini. "Kesalahan tersebut menjadi wewenang inspektorat, namun berdasarkan peraturan yang ada PNS yang melakukan kesalahan ini bisa dikenai sanksi," tuturnya. (ali)

Sumber: http://www.radartegal.com
Foto Ilustrasi: http://fadelmuhammad.org


 
Instant Internet Business Ideas